PKKMB DAY 2 UNUSA
Nama : Shangga Fasha Gading
Prodi : D4 keselamatan dan kesehatan kerja
Fakultas : Kesehatan
RESUME PEMATERI MY DIGITAL PORTOFOLIO DAY 2
Oleh : Prof. Dr. Haryono Umar, SE., Ak., M.Sc., CA
JUDUL MATERI : Generasi Muda Berintegritas Anti Korupsi
Resume materi :
Korupsi adalah kanker bangsa yang merampas hak rakyat, menghambat pembangunan, dan merusak kepercayaan publik. Generasi muda memiliki peran penting karena mereka adalah calon pemimpin masa depan yang kritis, idealis, kreatif, serta berpotensi menjadi agen perubahan. Untuk itu, integritas menjadi senjata utama, yang diwujudkan melalui kejujuran, konsistensi, tanggung jawab, keadilan, keberanian, dan kemandirian.
Generasi muda dapat melawan korupsi dengan langkah nyata, mulai dari diri sendiri, menolak praktik kecil yang koruptif, hidup sederhana, hingga ikut aktif dalam edukasi, sosialisasi, serta organisasi anti korupsi. Teknologi juga dapat dimanfaatkan untuk pengawasan publik, transparansi, dan solusi digital. Selain itu, mereka bisa berpartisipasi dalam forum pembangunan, menggunakan hak pilih dengan bijak, serta menjadi teladan melalui prestasi tanpa korupsi.
Meski tantangan seperti budaya jalan pintas, tekanan ekonomi, pengaruh lingkungan, dan rasa takut melapor masih kuat, generasi muda tetap memiliki potensi besar untuk membawa perubahan. Dengan integritas baja dan tekad kuat, mereka dapat menjadi garda terdepan dalam mewujudkan Indonesia yang bersih, adil, dan bebas korupsi.
MATERI II
Oleh : Muslikha Nourma Rhomadhoni, S.KM., M.Kes
JUDUL MATERI : Pengenalan Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) Dan
Perwujudan Indonesia Emas 2045
Resume materi :
Peran K3 Lingkungan dalam Indonesia Emas 2045
Mewujudkan Indonesia Emas 2045 membutuhkan tenaga kerja yang produktif, sehat, dan berdaya saing global. Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) menjadi fondasi utama untuk melindungi pekerja, menjaga keberlanjutan industri berwawasan lingkungan, serta melindungi masyarakat dari dampak negatif pembangunan. Implementasi K3 juga menciptakan citra positif Indonesia di mata dunia, sehingga mampu menarik investasi hijau yang mendukung pembangunan berkelanjutan.
* Potensi Bahaya dan Risiko
Dalam dunia kerja maupun kehidupan sehari-hari, bahaya bukanlah kecelakaan itu sendiri, melainkan faktor penyebab yang dapat menimbulkan kerugian bila tidak dikendalikan. Potensi bahaya dapat muncul dari berbagai sumber:
•Fisika: kebisingan, radiasi, getaran, suhu ekstrem.
• Kimia: paparan bahan beracun, mudah terbakar, atau korosif.
• Biologi: bakteri, virus, jamur, dan parasit.
• Mekanik: mesin dengan bagian bergerak, alat tajam, kendaraan.
• Psikososial: stres kerja, beban berlebih, hingga konflik interpersonal.
Karena itu, setiap individu perlu memahami bahaya di sekitarnya, baik di tempat kerja, kampus, maupun di rumah. Misalnya, korsleting listrik, kebakaran karena lupa mematikan kompor, keracunan gas, hingga cedera akibat benda tajam.
MATERI III
Oleh: KH.Ma'ruf Khozin - Ketua Aswada Center, PWNU Jawa Timur
Judul Materi: Mencetak Generasi Unusa Sebagai Generasi Aswaja An-nahdliyah
Resume materi:
1. Landasan Ideologis
Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) diposisikan sebagai penerus tradisi intelektual dan spiritual Aswaja An-Nahdliyah. Aswaja (Ahlusunnah wal Jama’ah) berakar pada ajaran salafus shalih yang berpegang pada Al-Qur’an, hadis, ijma’ ulama, dan qiyas. Sementara itu, corak An-Nahdliyah menekankan sikap moderasi (tawassuth), keseimbangan (tawazun), toleransi (tasamuh), dan orientasi pada kemaslahatan (ishlah). Karakter utamanya ialah posisi tengah, penghormatan terhadap keberagaman mazhab, dan penekanan pada fiqh sosial.
2. Peran Mahasiswa UNUSA
Mahasiswa UNUSA memiliki peran strategis dalam menghidupkan dan mengembangkan nilai Aswaja An-Nahdliyah:
Penjaga tradisi keilmuan: memahami dan mengontekstualisasikan khazanah klasik NU, termasuk kitab kuning.
Agen moderasi beragama: menolak ekstremisme, membangun dialog lintas budaya dan agama, serta menyebarkan Islam rahmatan lil ‘alamin.
Pejuang kemaslahatan sosial: terlibat dalam pemberdayaan masyarakat, advokasi isu-isu kemanusiaan, serta kegiatan sosial melalui organisasi ke-NU-an.
Inovator tradisi: mengadaptasi nilai Aswaja ke dalam tantangan kontemporer, seperti teknologi, startup, maupun dakwah berbasis kebudayaan lokal.
3. Implementasi di Lingkungan Kampus
Kurikulum UNUSA mewajibkan mata kuliah terkait PAI, Ke-NU-an, dan Aswaja An-Nahdliyah. Selain itu, mahasiswa aktif dalam berbagai kegiatan seperti majelis taklim, organisasi semi otonom (PMII, IPNU, IPPNU), festival budaya NU, hingga kolaborasi langsung dengan kegiatan NU di tingkat daerah maupun nasional.
4. Tantangan Kontemporer
Generasi Aswaja dihadapkan pada tiga tantangan utama:
Globalisasi dan radikalisme transnasional yang mengancam identitas Aswaja.
Disrupsi digital yang rawan penyebaran hoaks dan paham intoleran.
Relevansi pemuda untuk menunjukkan bahwa Aswaja merupakan solusi aktual, bukan sekadar warisan historis.
5. Kesimpulan
Mahasiswa UNUSA merupakan garda depan penerus tradisi NU yang dituntut untuk:
Menginternalisasi nilai Aswaja An-Nahdliyah dalam kehidupan pribadi.
Mengimplementasikan prinsip moderasi, toleransi, dan kemaslahatan di masyarakat.
Mengembangkan tradisi intelektual NU untuk menjawab tantangan modern.
Dengan demikian, mereka berfungsi sebagai jembatan antara warisan ulama Nusantara dan masa depan bangsa yang berkeadilan, beradab, serta berkarakter Islam.
media sosial UNUSA
- Facebook : https://www.facebook.com/unusaofficialfb
- Instagram : https://www.instagram.com/unusa_official/
- Youtube : https://www.youtube.com/@unusa_official
- Twitter ( X ) :https://x.com/unusa_official?lang=en
- Tiktok : https://www.tiktok.com/@unusa_official
Lihat juga blog teman saya : Alde Arya Aribawa

Komentar
Posting Komentar